Saat ini kita hidup di dunia, dimana orang bisa mengakses informasi dari berbagai macam perangkat (device) selama jam kerja. Oleh karena itu di era digital ini, kesuksesan marketing bergantung pada kemampuan menggapai konsumen dengan informasi yang relevan pada setiap titik sentuh (touch point) perjalanan berselancar di dunia maya mereka.

Permintaan keduanya baik digital signage maupun touchscreen kiosk meningkat drastis belakangan ini. Penambahan sebuah lapisan digital pada pengalaman konsumen adalah sebuah cara untuk meningkatkan peluang baik hanya untuk mengedukasi calon konsumen ataupun melakukan penjualan.

Bayangkan jika toko-toko retail, universitas, rumah sakit, dan kantor-kantor dapat terhubung dengan semua pengunjung barunya, bersama orang yang selalu tersenyum dalam menjawab setiap pertanyaan mereka. Bayangkan jika museum-museum dapat menemani setiap tur dengan guide berpengalaman yang berpengetahuan luas dan bisa membawa setiap ceritanya ke dalam kehidupan kita.

Namun ketiadaan sentuhan personal menghasilkan gap dalam komunikasi. Digital signage dan touchscreen kiosk dapat mengisi gap itu ketika Anda tidak bisa berada disana. Begitulah ketika bisnis memutuskan untuk menjembatani kesenjangan antara pesan dan konsumen.

Ada begitu banyak client yang bertanya Teknologi digital apa yang saya butuhkan?
Ada begitu banyak perangkat di luar sana yang menunggu untuk dipilih, tapi saya akan mempersempit pencarian menjadi dua jenis.

Digital Signage vs. Touchscreen Kiosk

Digital signage

Digital Signage memungkinkan Anda melakukan upload konten dalam format apa pun seperti video, foto, teks, audio, dll kemudian menyampaikan kepada pelanggan di monitor dengan ukuran kecil atau besar. Dengan program software tertentu, Anda dapat mengantur jadwal waktu konten yang akan tayang dan memungkinkan melakukan edit ataupun upload konten baru secara real time (menggunakan koneksi system cloud).

Digital signange sangat sempurna untuk sebuah lokasi dimana konsumen mungkin akan duduk atau berdiri untuk jangka waktu tertentu. Terminal bis atau stasiun kereta api adalah tempat yang cocok dimana penumpang dapat menikmati pesan-pesan yang ditampilkan digital signage sementara mereka menunggu untuk boarding.

Ketika kamu membuat konten dan meng-upload konten tersebut pada digital signage, maka hanya akan ada sedikit perawatan (maintenance). Seperti para produsen katakan, setting lalu lupakan (sampai kamu butuh untuk melakukan update kontennya). Karena Sifat perawatannya yang rendah, maka biasanya biayanya nya pun lebih rendah

Digital signage adalah perangkat satu arah. Tidak memungkinankan adanya respon dari orang yg menontonnya. Jika Anda berada di toko ritel, atau mungkin berjalan di bandara, 60 jenis konten yang bergulir melintasi layar TV mungkin bukan jawaban terbaik. Bagaimana jika hanya ada SATU pesan relevan dan mendapat perhatian mereka? Kemudian pesan itu berlalu begitu cepat hingga calon konsumen tidak dapat menangkapnya dengan baik? Maka Anda akan kehilangan calon pelanggan

Touchscreen kiosk

Perbedaan terpenting antara digital signage dan touchscreen kiosk dapat disimpulkan dalam satu kata: INTERAKSI. Memikat pengunjung untuk berinteraksi dengan pesan Anda adalah tujuan bisnis yang universal

Touchscreen kiosk akan memberikan semua yang bisa ditawarkan oleh digital signage, namun dengan tambahan KETERLIBATAN. Aplikasi software touchscreen kiosk sangat beragam seperti pengembang mereka, namun beberapa unsur utamanya adalah:

  1. Manajemen jarak jauh – kemampuan untuk mengedit, memesan, dan mengunggah di system cloud
  2. Design yang atraktif – untuk mendapatkan perhatian dan mengundang interaksi
  1. Penempatan yang tepat – untuk memaksimalkan penggunaan
  2. Interface dengan pengguna yang intuitif – untuk memastikan bahwa begitu pengguna terlibat, mereka tetap mencari sampai mereka mendapatkan apa yang mereka butuhkan dari interaksi
  3. Tracking software – kemampuan untuk memantau penggunaan sehingga Anda dapat menyesuaikan presentasi Anda untuk memenuhi minat dan aktivitas pengguna Anda dari waktu ke waktu
  4. Hardware – harus handal dan cukup tangguh untuk menangani kebutuhan browsing Anda,
  5. Keamanan – baik fisik (untuk mencegah pencurian perangkat) dan internal (untuk mencegah akses yang tidak diinginkan di luar penggunaan yang dimaksudkan oleh perangkat)

Sebuah touchscreen kiosk bekerja untuk siapa saja yang memiliki cerita untuk diceritakan dan khalayak untuk terlibat. Sebuah touchscreen kiosk lebih seperti percakapan karena memerlukan pesan dan pengunjung yang menggerakkan pengalaman dengan hanya mengkonsumsi informasi yang ingin mereka hubungi.

Dengan melacak data dapat membantu Anda memahami konten kiosk mana yang paling populer – sesuatu yang tidak mungkin diukur dengan digital signange. Bergantung pada software kiosk yang digunakan, data pelacakan dapat diekspor untuk analisis sehingga Anda dapat memahami berapa banyak pengguna Anda yang terhubung, konten apa yang dilihat dan berapa lama.

Dengan memberikan pengunjung kesempatan untuk berinteraksi dengan konten Anda, maka mereka lebih mengingat dan memahami informasi tersebut.

Perangkat layar sentuh biasanya lebih mahal daripada monitor digital signage dengan ukuran yang sama. Selain itu, penyebaran kiosk layar sentuh interaktif memerlukan tahap design dan pengembangan yang lebih mendalam, sehingga harga softwarenya juga lebih tinggi.

Kesimpulan

Apakah Anda memilih digital signage atau kiosk layar sentuh akan bergantung pada tujuan dan sasaran komunikasi Anda, lokasi fisik yang diusulkan untuk digital signage ataupun kiosk layar sentuh dan tentu saja, anggaran Anda. Dalam banyak kasus, dampak tambahan dan hasil terukur dari kiosk layar sentuh interaktif dapat menjadi hasil yang baik dari biaya yang dibutuhkan.